Jumat, 15 Februari 2013

PENGERTIAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN DAN ELASTISITAS



Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

A.     Permintaan

Pengertian Permintaan
Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu.
Masyarakat selaku konsumen harus membeli barang atau jasa keperluannya di pasar. Keadaan ini mengandaikan bahwa barang atau jasa itu memiliki tingkat harga tertentu. Adanya berbagai macam harga di pasar selanjutnya mengandaikan adanya kondisi yang mempengaruhi. Adapun unsure-unsur yang terdapat pada permintaan yakni barang atau jasa, harga dan kondisi yang mempengaruhi. Jadi permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang dibeli dalam berbagai situasi dan tingkat harga.

  1. Kurva Permintaan
Permintaan di tempatkan sebagai fungsi yang dipengaruhi oleh beberapa factor. Factor yang di maksid adalah harga, barang, atau jasa, selera dan pendapatan. Keterkaitan antara permintaan dan faktor-faktor tersebut menghasilkan rumus sbb :
X= f (Hb1, Hb2, S, P)
Dimana :
H = harga S = selera
B = barang atau jasa P = Pendapatan

Dalam kaitannya dengan factor ekonomi pada masalah permintaan ini berlaku ceteris paribus. Dalam kondisi seperti ini harga merupakan factor dominant dalam permintaan, sementara factor yang lain dianggap tidak berubah.
  1. Pada harga yang tinggi , banyak pembeli yang tidak mampu membeli atau mungkin cenderung mencari barang substitusi dengan harga terjangkau. Sedangkan pada harga rendah, pembeli yang tadinya kurang mammpu menjadi mampu untuk membeli
  2. Bagi pembeli perorangan, kenaikan harga akan memperkecil daya beli pembeli atau akan mengurangi anggaran untuk alat pemuas kebutuhan yang lainnya (dengan catatan pendapatan tetap)
  3. Adanya harga barang substitusi yang harganya jauh lebih rendah akan lebih menarik apabila harga suatu barang atau jasa semakin tinggi. Akibatnya pembeli akan beralih dari barang atau jasa yang telah biasa di konsumsi ke barang atau jasa substitusi
Bentuk kurva seperti ini menunjukan bahwa semakin rendah harga barang di pasar barang yang dapat dibeli oleh masyarakat semakin banyak
Kurva Permintaan adalah kurva yang menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga. Kurva ini akan menghubungkan titik-titik koordinat pada sumbu harga (sumbu Y) dengan sumbu jumlah barang (sumbu X).
Contoh: Seorang ibu yang hendak membeli telur ayam berdasarkan tingkat harga yang ada, ini dapat terilustrasikan dalam tabel dan grafik.

Kurva permintaan akan bergerak dari kiri atas ke kanan bawah, maksudnya apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah barang dan jasa yang diminta akan mengalami kenaikan. Dari contoh di atas dapat dilihat, bila si ibu membeli telur dari 3kg menjadi 4kg karena harganya turun menjadi Rp. 8.850, maka kita tidak menyebutnya sebagai kenaikan permintaan tetapi kenaikan jumlah barang yang diminta, karena kenaikan masih berada pada pada satu kurva permintaan yang sama.



2.      Hukum Permintaan
`                 Hukum ekonomi berlaku ceteris paribus (diluar obyek yang diselidiki, keadaannya tetap tidak berubah). Singkatnya hukum permintaan adalah :
“ Permintaan akan bertambah apabila harga turun dan akan berkurang apa bila harga naik”.
Hukum permintaan tersebut dilatari oleh kenyataan bahwa orang harus memenuhi kebutuhannya sebatas anggaran atau pendapatan tertentu. Muncul masalah disini mengapa manusia harus memenuhi berbagai kebutuhan, sementara anggaran yang dimilikinya terbatas? Alasannya, setiap benda pemenuhan kebutuhan mempunyai kegunaan (utilitas)nya masing-masing sehingga orang akan berupaya memenuhi kebutuhan dengan menyamakan pertambahan kegunaan (utilitas marginal) benda pemuas kebutuhan yang dikonsumsinya.
Hukum permintaan berbunyi: apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan. Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan:
naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan
naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.



3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
1.      konsumen / selera konsumen
            Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2.      Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
            Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3.      Pendapatan/penghasilan konsumen
            Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4.      Perkiraan harga di masa depan
            Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5.      Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
            Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya



B.     PENAWARAN

Pengertian Penawaran
                  Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan  pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu.
Dalam rangka menjawab kebutuhan konsumen, pihak produsen menyediakan berbagai barang dan jasa. Barang dan jasa hasil produksi ini kemudian dijual kepada konsumen di pasar menurut tingkat harga tertentu. permintaan bersangkut paut dengan pembelian dan pemakainan sedangkan penawaran bersangkut paut dengan peneyediaan dan penjualan. Jadi penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual pada berbagai tingkat harga dan situasi.

Hukum Penawaran
Hukum penawaran berbunyi: bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

1. Kurva Penawaran
Penjual biasanya ingin menjual barang atau jasa yang diproduksinya dengan harga tinggi. walaupun resikonya adalah barang yang terjual akan relative sedikit. Untuk menjual pada tingkat harga yang diinginkan, seorang penjual harus mempunyai pengamatan yang cermat terhadap perilaku pasar.
Contoh : Penjual buah-buahan ingin menjual buah dengan harga yang tinggi dipasar. Sayangnya keinginan itu bertepatan dengan musim panen raya. Akibatnya dipasar akan berkerumunan penjual buah-buahan sehingga harga buah-buahan pun jatuh.
Kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga. Kurva ini akan menghubungkan titik-titik koordinat pada sumbu harga (sumbu Y) dengan sumbu jumlah barang (sumbu X). Contoh: jumlah pakaian batik yang ditawarkan Ibu Nina pada berbagai tingkat harga.

Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran
                  Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
      Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.
1.2. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
                  Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
                  Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

1.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
      biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
      Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
      Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
      Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
      Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai factor
Elastisitas (ε)
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai konsep elasitsitas dan kegunaan elasitisitas. Elastisitas berguna sekali untuk pengusaha dalam mengambil kebijakan harga yang tepat karena perubahan harga dan perubahan permintaan akan mempengaruhi besarnya penjualan, dan pada akhirnya akan mempengaruhi laba.
Asumsi dalam elastisitas adalah perubahan harga akan mempengaruhi perubahan permintaan. Harga di sini tidak terbatas dengan harga barang tersebut akan tetapi juga harga barang lainnya. Pada keadaan normal, apabila harga sebuah mobil merk X turun, maka permintaan akan kendaraan tersebut akan meningkat. Pada kejadian yang sama bila harga pesaing mobil merk X naik, maka hal ini dapat menyebabkan permintaan mobil merk X akan naik. Mobil pesaing ini disebut barang subtitusi. Di samping itu bila harga barang pelengkap/komplementer (misalkan bahan bakar) turun maka permintaan mobil merk X juga akan naik.
Elastisitas (ε) adalah indek yang menggambarkan derajat kepekaan perubahan harga bila terjadi perubahan permintaan. Indek elastisitas diketahui dengan menghitung persentase perubahan permintaan terhadap persentase perubahan harga. Secara umum bentuk matematika elastisitas adalah:
http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas1.png?w=600
 Ada dua jenis elastisitas yaitu elastisitas busur (arc elasticity) dan elastisitas titik (point elasticity). Elastisitas busur adalah derajat kepekaan perubahan harga di antara 2 kejadian perubahan permintaan, dengan kata lain elastisitas busur adalah elastisitas di antara 2 titik. Apabila jarak antara 2 titik tersebut sangat kecil sekali (mendekati 0) maka elastisitas busur menjadi elastisitas titik, sehingga dapat dikatakan elastisitas titik adalah derajat kepekaan perubahan harga pada suatu titik perubahan permintaan. Elastisitas titik lebih relevan untuk digunakan dalam penentuan kebijakan harga daripada elastisitas busur. Akan tetapi di sini perlu memahami konsep mengenai elastisitas busur sebagai dasar penurunan rumus elastisitas titik.
Untuk menjelaskan konsep elastistas busur diilustrasikan dengan suatu barang X yang memiliki permintaan sebanyak 15 satuan pada saat harga Rp. 10. Pada saat harga barang X diturunkan menjadi Rp. 8 ternyata barang X mengalami peningkatan permintaan menjadi 25 satuan. Informasi ini dapat digunakan untuk menghitung elastisitas busur. Untuk mempermudah pemahaman, informasi di atas digambarkan pada grafik berikut ini. Dengan mengetahui 2 titik (A dan B) dapat dibuat kurva permintaan (Dx).
http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas2.png?w=600

Dari grafik terlihat bahwa dengan adanya penurunan harga maka permintaan akan naik. Apabila ditaris garis lurus antara titik A dan titik B maka didapatkan sebuah kurva permintaan (Dx) dengan slope yang menurun. Perubahan harga ditunjukkan dengan jarak antara 2 titik A dan B pada sumbu vertikal sebesar ΔP. Perubahan permintaan juga ditunjukkan dengan jarak antara 2 titik A dan B pada sumbu horisontal sebesar ΔQ.
Perubahan Permintaan (ΔQ) dihitung dengan cara mencari selisih permintaan antara 2 titik. Hasil perhitungan menunjukan bahwa setelah perubahan harga terjadi kenaikan permintaan sebesar 10 satuan.
ΔQ    = QB – QA
ΔQ    = 25 – 15 = 10 (permintaan naik sebesar 10 satuan)
Dalam hal menghitung elastisitas busur, maka untuk menentukan permintaan (Q) adalah dengan menghitung nilai rata-rata permintaan. Nilai rata-rata didapat dengan menjumlahkan kedua permintaan dan membaginya dengan dua.

Q = http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas4.png?w=600
Q= http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas5.png?w=600
Q = http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas6.png?w=600 
Q = 20 (rata-rata permintaan adalah 20 satuan)

Setelah mengetahui perubahan permintaan dan rata-rata permintaan, selanjutnya dapat dihitung persentase perubahan permintaan (%ΔQ) dengan membagi perubahan permintaan dengan rata-rata permintaan.
%ΔQ = http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas7.png?w=600
%ΔQ = http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas8.png?w=600
%ΔQ = 0.5 = 50% (perubahan permintaan sebesar 50%)
Selanjutnya menghitung perubahan harga dengan cara mencari selisih harga sesudah perubahan harga dan sebelum perubahan harga. Hasil perhitungan menunjukkan harga mengalami penurunan sebesar Rp. 2.
ΔP    = PB – PA
ΔP    = 8 – 10 = -2 (harga turun sebesar Rp. 2)  


Dengan cara yang sama, dalam hal menghitung elastisitas busur maka untuk menghitung harga yang digunakan (P) adalah dengan menghitung nilai rata-rata permintaan. Rata-rata didapatkan dengan menjumlahkan kedua nilai harga lalu membaginya dengan 2.
P = http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas9.png?w=600
P = http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas10.png?w=600
P = http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas11.png?w=600
P = 9 (rata-rata harga adalah sebesar Rp. 9)
            Setelah mengetahui perubahan harga dan rata-rata harga maka dapat dihitung persentase perubahan harga. Persentase perubahan harga (%ΔP) dihitung dengan cara membagi perubahan harga dengan rata-rata harga.  
%ΔP = http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas12.png?w=600 
%ΔP = http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas13.png?w=600
%ΔP = 0.2222 = 22,22% (perubahan harga sebesar 22,22%)


Setelah persentase perubahan permintaan dan persentase perubahan harga diketahui maka dapat dihitung elastisitas busur. Elastisitas busur dapat dihitung dengan cara membagi persentase perubahan permintaan dan persentase perubahan harga.  
ε     = http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas14.png?w=600
ε     = http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas15.png?w=600

ε     = – 2,25

Elastisitas busur pada contoh ini adalah sebesar -2.25, tanda negatif (-) menunjukkan bahwa arah perubahan harga berlawanan arah dengan perubahan permintaan, sehingga bila harga diturunkan maka permintaan akan naik, begitu juga sebaliknya bila harga dinaikkan maka permintaan akan turun. Angka 2,25 menunjukan magnitude dari elastisitas, semakin tinggi magnitude dari elastisitas menunjukkan semakin tingginya derajat kepekaan, dalam grafik ditunjukkan dengan garis yang semakin mendatar. Apabila magnitude elastisitas lebih kecil dari 1 maka disebut inelastik, sedangkan bila nilai elastisitas sama dengan 1 disebut unitary.
http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080308-1544-elastisitas16.png?w=600Setelah mempelajari contoh perhitungan elastisitas busur, maka dapat dirangkumkan persamaan khusus untuk menghitung elastisitas busur. Persamaan ini merupakan penurunan dari persamaan elastisitas yang umum dengan jalam mensubtitusi komponen dalam persamaan dengan persamaan khusus menghitung elastisitas busur.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts